Minggu, 18 September 2016

Masa Dan Cara Penularan Penyakit Cacar Air Serta Berapa Lama Cacar Air Sembuhnya?

Baca lagi:
Cacar air, atau dikenal juga sebagai Chicken Pox merupakan salah satu jenis penyakit yang sulit untuk disembuhkan dan bisa mengakibatkan kematian. Chicken Pox ini juga sempat menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di masa silam, sebab pada waktu itu belum ditemukan antivirus dan belum diketahui penanganan yang tepat untuk menghindari penyebaran penyakit cacar air pada anak dan orang dewasa ini.

Masa Dan Cara Penularan Penyakit Cacar Air Serta Berapa Lama Cacar Air Sembuhnya?

Cacar air disebabkan oleh virus yang bernama Varcella Zoster, dan penyakit ini mulai terdengar gaungnya di Amerika Serikat masa silam, sejak saat itu sampai 100 angka kematian setiap tahun akibat penyakit Chicken Pox ini. Kemudian tahun 1995 akhirnya ditemukan vaksin untuk Varicella dan akhirnya insiden akibat terpapar virus ini menurun secara subtansial.
Masa Dan Cara  Penularan Penyakit Cacar Air Serta Berapa Lama Cacar Air Sembuhnya?

Penyakit Cacar Air

Awal mulanya penyakit ini sering disalah artikan sebagai penyakit cacar atau smallpox yang disebabkan oleh virus Variola. Hingga pada tahun 1767 kedua penyakit itu berhasil dibedakan secara klinis oleh Heberden. Kemudian pada tahun 1875, dibuktikan bahwa Chicken Pox ini bisa tertular melalui cairan keropeng (cairan yang ada dalam bintil-bintil cacar) kepada orang lain, penelitian ini dilakukan oleh Steiner.

Akan tetapi, walau ada vaksinasi varicella namun hingga saat ini varicella ternyata tidak sepenuhnya bisa ditangani dengan baik, sebab dalam sebuah studi telah menunjukkan dalam perbandingan 1:50 kasus, terkait dengan komplikasi yag serius. Sebagian besar komplikasi yang terjadi adalah varicella pneumonia dan ensefalitis, dan keduanya ini mengakibatkan angka kematian yang sangat tinggi. Bahkan kekhawatiran dikemukakan dengan adanya hubungan virus ini dengan penyakit streptococcus grup A.

Setelah adanya adopsi vaksinasi universal terhadap virus varicella, berhasil mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas dari penyakit cacar air ini. Maka karena itu, anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi varicella ini lebih rentan terkena Chicken Pox yang disertai dengan komplikasi. Anak dengan virus varicella akan berisiko menularkan virus di lingkungan dimana mereka berada. Di dalam lingkungan rumah, dalam kelas dan lingkungan sekolah, tempat bermain, bahkan di tempat penitipan anak sekalipun.
Terlebih virus varicella ini sangat mudah menyebar di lingkungan anak-anak yang di bawah sepuluh tahun, dan memang penyakit cacar air ini sebagian besar penderitanya adalah anak-anak usia sepuluh tahun ke bawah. Jarang sekali ada kasus Chicken Pox yang menginfeksi orang dewasa, kecuali jika mereka memang belum mengidap cacar air saat mereka kecil.

Penyakit ini biasa tersebar di musim dingin dan musim semi di benua Amerika dan Eropa, sementara di negara tropis bisa terjadi sporadis sepanjang tahun. Di benua Amerika, puncak kasus Chicken Pox biasanya berlangsung antara bulan Maret sampai dengan Mei, dan jumlah kasusnya kurang lebih 3 juta kasus.
Sebagai pembanding, pasien cacar air usia 1 sampai 14 tahun adalah mencapai 91%, menyusul anak berusia 5 hingga 9 tahun, angkanya mencapai 60% dan untuk bayi maupun dewasa di ata 20 tahun memang agak langka.

Bagaimana Cara Penularan Penyakit Cacar Air?

Penyakit cacar air atau Chicken Pox ini bisa menular melalui udara dan juga kontak fisik. Misalnya bersentuhan dengan penderita cacar atau juga terkena cairan dari bintil yang pecah. Percikan air liur penderita juga membawa virus tersebut, sehingga bisa mengakibatkan penyakit serupa terjadi pada orang yang tak sengaja terkena cipratan air ludah tersebut. 

Virus varicella ini memiliki presentase penyebaran yang besar melalui udara, sekitar 61% sampai dengan 100%, terutama kepada orang-orang yang rentan terhadap virus. Siapakah orang yang rentan terhadap virus? Yakni mereka yang memiliki sistem imun lemah, bisa orang dewasa, bisa juga anak-anak. Namun seperti yang telah dijelaskan di atas, anak-anak usia sekolah yang paling rentan terpapar virus cacar air.

Basa penularan penyakit cacar air

Setelah terkena virus, masa inkubasi virus cacar air akan berlangsung selama sepuluh hari sampai dengan dua puluh satu hari. Awalnya adalah ada demam yang kemudian disusul dengan munculnya ruam-ruam merah yang kelak berubah menjadi bintil-bintil kecil yang berisi cairan pada permukaan kulit, berawal dari bagian dada dan perut yang kemudian menyebar ke seluruh anggota gerak tubuh yaitu kaki dan tangan. Bintil-bintil yang muncul ini akan mengakibatkan rasa gatal yang luar biasa dan membuat penderita tak tahan untuk menggaruknya. 

Menggaruk bintil itu sendiri terlarang untuk penderita cacar, sebab bisa menimbulkan infeksi bakteri sekunder dan bisa menyebabkan cacat kulit yang permanen sifatnya, salah satunya adalah lubang di permukaan kulit. Sebanyak 250 hingga 500 buah bintil berisi cairan tersebar di seluruh tubuh dan luasnya kelainan kulit pada penderita mengakibatkan tinggi demam yang bervariasi.

Berapa Lama Cacar Air Sembuh?

Berapa lama penyakit cacar air bisa sembuh total? Jika dihitung dari masa inkubasi, bisa memakan waktu hingga satu bulan penuh. Akan tetapi dengan penanganan yang tepat, maka penyakit ini bisa lebih cepat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan pemberian antivirus, terutama pada penderita cacar air dewasa pada awal-awal terjadinya infeksi, untuk menghindari kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi. Sebab pada penderita cacar air dewasa, komplikasi penyakit bisa sampai mengakibatkan kematian. lama sembuh penyakit cacar air Tergantung orang namun biasanya di hari ke 10 dan 11 cacar udah mulai mengempes.

Jenis komplikasi yang bisa mengiringi penyakit Chicken Pox ini antara lain :
- Pneumonia
- Kelainan ginjal
- Infeksi jantung
- Enchepalitis
- Radang sendi
- Hepatitis
- Radang testis orchistis
Untuk mencegah komplikasi, adanya konsultasi rutin dengan tenaga medis bisa menjadi solusi. Pemberian beberapa jenis obat yang ditujukan untuk mengurangi gejala juga diperbolehkan sesuai dengan anjuran dari dokter yang bersangkutan, misalnya berupa obat penurun demam, contohnya adalah parasetamol. Pemberian losion kalamin juga sangat dianjurkan untuk mengurangi rasa gatal dan hawa panas yang muncul dari rasa gatal itu sendiri. Dengan pemberian losion, bisa mengurangi rasa gatal serta menghindarkan penderita untuk menggaruk bagian kulit yang berbintil-bintil. 

Untuk mempercepat penyembuhan penyakit ini, jangan biarkan penderita terlalu lama dalam suhu yang dingin dan jangan terlalu sering keluar rumah. Karena suhu yang dingin serta terlalu lama berada di luar rumah bisa mengakibatkan adanya infeksi pada kulit, sebab kulit yang terinfeksi virus cacar air ini lebih sensitif dibandingkan kulit dalam kondisi normal. Apalagi jika bintil sudah memasuki tahapan pecah.
Pastikan juga asupan makanan berupa aneka sayuran dan makanan lain yang direbus serta dikukus, jangan menggoreng makanan untuk penderita cacar karena akan membuat bintil lebih gatal. Memakan makanan yang amis seperti daging merah, lemak kambing dan sapi atau aneka olahan daging lainnya, bisa mengakibatkan hawa panas dalam tubuh semakin menjadi. Jika ingin pada orang dewasa dan anak ini lebih cepat penyembuhannya, pastikan pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat serta disiplin dalam konsumsi makanan. Sekian dari tim www.obatgatal2.com. Moga memberi wawasan bagi Anda!
Loading...
Previous Post
Next Post

0 komentar: