Senin, 05 September 2016

Jenis, Ciri-Ciri, Penyebab Biang Keringat Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Baca lagi:
Biang keringat pada bayi seringkali disepelakan dan dianggap hal yang biasa. Biang keringat tentu saja menyerang bagian kulit karena keringat sendiri dikeluarkan melalui pori-pori di kulit. Pada bayi, keringat ini kadang menimbulkan reaksi seperti gatal, infeksi, ruam, dan lainnya yang mengganggu kenyamanan serta kesehatan bayi itu sendiri. Hal ini tentu saja bukan hal sepele karena bayi akan terus rewel dan tidak nyaman dengan kondisinya. Dan bila dibiarkan lebih lanjut maka infeksi bisa saja semakin parah.

Jenis, Ciri-Ciri, Penyebab Biang Keringat Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

biang keringat pada bayi 0-1 tahun ditandai dengan bintik-bintik merah atau ruam disekitar pipi, kepala, serta leher. Bahkan punggung dan perut seringkali diserang. Biang keringat memiliki nama medis Miliaria. Sebenarnya Miliria ini bisa menimpa siapapun tidak mengenal usia dan gender. Namun kasus Milaria ini lebih sering ditemukan pada bayi karena kulitnya yang masih sensitif. Sehingga kulit bayi lebih reaktif terhadap bakteri pada keringat. Sistem imun bayi juga belum cukup berkembang dengan baik sehingga menyebabkannya lebih rentan terhadap serangan biang keringat.

Jenis, Ciri-Ciri, Penyebab Biang Keringat Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis Biang Keringat Pada Bayi

Untuk bisa lebih mengenal biang keringat pada bayi dan biang keringat lainnya, berikut adalah beberapa jenis biang keringat berikut dengan ciri-ciri yang timbul serta penyebabnya:

1. Miliria Kristalina
Jenis biang keringat ini bisa dikatakan jenis biang keringat dengan tingkat keparahan yang paling ringan. Yang dipengaruhi oleh biang keringat pada tahap ini baru sampai pada saluran keringat lapisan kulit paling luar saja. 

 Ciri-Ciri Biang Keringat ini

Ciri-ciri yang ditimbulkan dari jenis miliria yang satu ini ialah timbulnya bercak atau bintil berisi cairan. Cairan tersebut memiliki warna yang jernih. Namun bintil tersebut lebih cenderung mudah pecah.
Miliria Kristalina ini biasanya lebih sering ditemukan pada bayi. Meskipun biasanya biang keringat terasa gatal, namun untuk jenis Miliria Kristalina tidak muncul sensasi gatal. Bahkan ia juga tidak menimbulkan rasa sakit. Biasanya biang keringat jenis ini mudah hilang dengan sendirinya.

2. Miliria Rubra
Jenis selanjutnya adalah Miliria Rubra yang memiliki tingkat keparahan lebih tinggi dibanding Miliria Kristalina. Ia terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Biasanya kulit yang terkena adalah kulit dengan yang paling rentan dengan suhu yang lembab atau panas. 

  Tanda-tanda Biang Keringat ini

Jenis biang keringat pada bayi baru lahir yang satu ini memiliki ciri adanya bintil-bintil merah yang muncul. Bintil-bintil tersebut menimbulkan sensasi perih dan gatal yang cukup mengganggu.
Biasanya pada tahap yang lebih parah kulit akan mengalami peradangan atau inflamasi ditandai dengan adanya pembengkakan pada kulit berwarna merah. Adanya inflamasi ini menghalangi kulit untuk mengeluarkan keringat sehingga kulit akan semakin terasa perih dan sakit. Penyebab gangguan ini bisa terjadi pada bayi karena popok atau pakaian yang kurang bersih.

2. Miliaria Pustulosa
Berikutnya adalah Miliaria Pustulosa yang merupakan jenis biang keringat pada bayi dan dewasa lainnya. Ini merupakan tahap lanjutan dari Miliaria Rubra. Pada tahap ini, kulit akan mengalami peradangan yang lebih parah dari sebelumnya. Selain itu biasanya pada tahap ini akan muncul bintil berisi nanah yang terasa gatal serta sakit.
Bintil yang berisi nanah tersebutlah yang disebut dengan pustul yang menjadi asal muasal penyebutan jenis biang keringat ini. Jika ini terjadi pada orang dewasa mungkin sensasi gatal dan perih bisa ditahan. Namun bayi akan terus menangis jika sudah pada tahap ini.

2. Miliaria Profunda
Karena jenis biang keringat pada bayi dan dewasa ini diurutkan berdasarkan tingkat keparahannya, maka jenis Miliaria Profunda adalah jenis biang keringat yang paling parah dibanding jenis-jenis sebelumnya. Biang keringat ini berdampak pada lapisan kulit yang lebih dalam atau dermis. Biasanya kondisi ini ditandai dengan munculnya bintil merah yang memiliki ukuran lebih besar.
Namun yang perlu diketahui adalah jenis Miliaria yang satu ini sangat jarang terjadi bahkan pada orang dewasa. Sehingga kemungkinan bayi mendapatkan kondisi seperti ini sangatlah kecil. Biasanya masalah pada kulit ini muncul pada orang dewasa yang memiliki intensitas aktivitas fisik yang tinggi disertai dengan paparan sinar matahari. Sehingga kulit banyak mengeluarkan keringat berlebih dan menyebabkan infeksi.

Penyebab Biang Keringat ini

Penyebab biang keringat bisa bermacam-macam diantaranya penggunaan pakaian yang terlalu tebal dalam kondisi cuaca panas. Iklim yang tropis seperti di Indonesia juga bisa menjadi penyebab adanya biang keringat pada bayi. Selain itu, belum berkembangnya kelenjar keringat pada bayi juga bisa membuatnya mengalami biang keringat. Sedangkan pada orang dewasa, biang keringat bisa juga terjadi karena aktifitas fisik yang terlalu intens.Baca juga Cara Menghilangkan Keringat Buntet pada Bayi di Wajah

Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Setelah mengetahui jenis-jenis apa saja yang ada pada biang keringat, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi biang keringat yang benar baik bagi orang dewasa maupun bayi 2 atau belum 2 bulan sampai 12 bulan . Berikut beberapa diantaranya:

1. Pakaian yang tepat
Para ibu seringkali beranggapan bahwa bayi akan mudah merasa kedinginan sehingga memakaikannya pakaian yang serba tebal ditambah dengan popok. Pakaian pada bayi harus juga disesuaikan dengan suhu atau cuaca dimana bayi berada. Memakaikan pakaian yang tipis dan longgar justru lebih dianjurkan jika bayi berada diruangan yang panas atau sirkulasi udara yang kurang baik.

2. Hindari tempat lembab dan panas
Untuk menjaga agar biang keringat pada bayi tidak terjadi maka sebaiknya bayi ditempatkan diruangan yang tidak lembab maupun panas. Kondisi tersebut bisa memicu bayi untuk terkena biang keringat. Pilihlah ruangan atau tempat yang nyaman dan sejuk sehingga bayi tidak intens mengeluarkan keringat.

3.  Mandi teratur
Bayi juga membutuhkan mandi agar kulitnya tetap sehat dan segar. Dengan mandi, maka kulit bayi bisa melepaskan sisa-sisa keringat yang mengendap. Tidak perlu memandikan bayi terlalu sering. Sebaiknya jangan memandikan bayi lebih dari dua kali sehari apalagi jika cuaca tidak terlalu panas. Mandi terlalu sering bisa mengikis kelembaban alami kulit.

4. Mengganti popok secara teratur
Popok harus diganti secara berkala meskipun popok tersebut belum penuh dengan air kencing bayi. Popok menutupi kulit sehingga kulit terkadang sulit untuk bernafas dan keringat yang dikeluarkan akan terjebak didalam popok sehingga mengiritasi kulit. Maka gantilah popok secara berkala minimal 4 jam sekali.

5.  Pakaikan lotion khusus bayi
Jika bayi terkena biang keringat bisa dioleskan lotion khusus bayi yang memiliki sifat menenangkan kulit baik yang mengalami gatal ataupun peradangan. Namun jika biang keringat pada bayi tidak kunjung sembuh, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak atau dokter kulit dan kelamin.

Mengatasi biang keringat yang terjadi pada bayi memang sedikit menyulitkan. Bayi lebih cenderung sering berbaring sehingga membuat punggungnya rentan terkena biang keringat. Selain itu, bayi juga harus selalu memakai popok. Maka, kedisiplinan ibu dalam merawat kebersihan kulit bayi beserta pakaian dan tempat tidur bayi sangat dibutuhkan agar biang keringat pada bayi bisa dihindari.
Sekian saja ulasan kami tentang biang keringat pada anak bayi dari kami www.obatgatal2.com
Loading...
Previous Post
Next Post

0 komentar: